โSariawan di lidah memang terlihat kecil, tetapi rasa perihnya bisa bikin aktivitas sederhana seperti makan, minum, bahkan ngobrol terasa uncomfortable. Kabar baiknya, sebagian besar sariawan ringan dapat sembuh sendiri dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu dengan perawatan yang tepat.โ
awuuwell – Sariawan di lidah termasuk masalah mulut yang cukup common dan bisa dialami siapa saja. Bentuknya biasanya berupa luka kecil berbentuk bulat atau oval, dengan bagian tengah berwarna putih atau kekuningan dan tepi kemerahan.
Walaupun ukurannya terkadang hanya beberapa milimeter, rasa sakit yang muncul bisa surprisingly mengganggu. Apalagi lidah terus bergerak ketika berbicara, mengunyah dan menelan sehingga bagian yang mengalami luka mudah mengalami gesekan berulang.
Pertanyaan yang kemudian sering muncul adalah bagaimana cara menghilangkan sariawan di lidah dengan cepat? Pada sebagian besar kasus, tidak ada metode yang membuat sariawan hilang secara instan dalam beberapa jam.
Namun, beberapa perawatan rumahan dan obat yang tepat dapat membantu mengurangi nyeri, mencegah iritasi tambahan dan membuat proses penyembuhan terasa lebih nyaman
Sariawan yang umum dikenal masyarakat biasanya merujuk pada ulkus aftosa atau canker sore, yaitu luka kecil yang muncul pada jaringan lunak di dalam mulut. Luka dapat berkembang di bagian dalam bibir, pipi, dasar gusi hingga permukaan atau sisi lidah.
Berbeda dengan cold sore atau herpes labialis yang biasanya muncul di sekitar bibir dan berkaitan dengan virus herpes simpleks, sariawan aftosa tidak menular.
Pada kasus ringan, luka biasanya akan membaik dengan sendirinya. Mayo Clinic menyebut minor canker sores umumnya sembuh tanpa meninggalkan jaringan parut dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu.
Karena itu, fokus perawatan bukan selalu mencari cara supaya luka langsung hilang. Hal yang lebih realistic adalah mengurangi rasa sakit sekaligus menghindari berbagai faktor yang dapat memperparah luka.
Penyebab pasti sariawan tidak selalu dapat ditentukan. Pada sebagian orang, munculnya luka kemungkinan dipengaruhi kombinasi beberapa faktor.
Cedera kecil di dalam mulut merupakan salah satu trigger yang cukup umum. Lidah yang tidak sengaja tergigit ketika makan, terkena ujung gigi yang tajam, penggunaan kawat gigi, atau iritasi dari makanan tertentu dapat memicu terbentuknya luka.
Stres juga sering dikaitkan dengan munculnya sariawan. Saat jadwal sedang hectic, tidur kurang dan tubuh kelelahan, sebagian orang merasa sariawan lebih mudah muncul atau kambuh.
Pada beberapa kasus, kekurangan zat gizi tertentu seperti vitamin B12, folat, zat besi atau zinc juga dapat berhubungan dengan sariawan berulang. Namun, jangan langsung mengonsumsi suplemen dalam dosis besar hanya karena muncul satu sariawan.
Sariawan yang sering kambuh juga terkadang berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu. Karena itu, pola luka yang terus muncul berulang lebih baik dievaluasi tenaga medis daripada sekadar terus menggunakan obat sariawan.
Cara Menghilangkan Sariawan di Lidah dengan Air Garam

Salah satu perawatan rumahan yang paling straightforward adalah berkumur menggunakan air garam.
Mayo Clinic menyarankan larutan yang dibuat dari sekitar 1 sendok teh garam dalam setengah cangkir air hangat sebagai salah satu pilihan untuk membantu perawatan canker sore. Larutan digunakan untuk berkumur kemudian dibuang, bukan ditelan.
Air garam tidak otomatis membuat sariawan lenyap saat itu juga. Namun, berkumur dapat membantu menjaga area mulut tetap bersih dan menjadi bagian dari perawatan selama proses penyembuhan.
Saat berkumur, lakukan dengan lembut. Tidak perlu sengaja menggosok atau menyentuh luka karena tindakan tersebut justru bisa menyebabkan iritasi tambahan.
Saat sedang sariawan, menu makanan untuk beberapa hari ke depan cukup menentukan tingkat kenyamanan.
Makanan pedas, sangat asin, asam atau bertekstur keras dapat membuat luka semakin perih. Sambal, jeruk, makanan dengan banyak cuka, keripik dan makanan renyah yang tajam sebaiknya dikurangi sementara apabila membuat sariawan terasa lebih sakit.
Mayo Clinic juga merekomendasikan menghindari makanan abrasif, asam atau pedas yang dapat menyebabkan iritasi dan memperpanjang rasa sakit.
Pilih makanan yang lebih lembut dan easy to eat. Makanan juga tidak harus selalu panas. Jika suhu panas membuat lidah semakin perih, tunggu sampai makanan lebih hangat atau dingin sebelum dikonsumsi.
Tujuannya sederhana: memberikan kesempatan kepada jaringan yang terluka untuk pulih tanpa terus-menerus mendapatkan iritasi baru setiap kali makan.
Kompres Dingin Bisa Membantu Mengurangi Nyeri
Sensasi dingin dapat memberikan efek nyaman sementara pada sariawan yang sedang terasa sangat perih.
Mayo Clinic menyebut membiarkan potongan es kecil perlahan mencair di atas sariawan sebagai salah satu langkah yang dapat dicoba untuk meredakan rasa sakit.
Namun, jangan menempelkan es dengan tekanan kuat atau terlalu lama pada satu area. Tujuannya adalah memberikan sensasi dingin secara gentle, bukan membuat jaringan mulut mengalami cedera tambahan.
Metode ini tidak menyembuhkan penyebab sariawan, tetapi cukup useful ketika rasa sakit membuat seseorang sulit makan atau minum.
Rasa sakit terkadang membuat orang malas menyikat gigi ketika sedang sariawan. Padahal kebersihan mulut tetap perlu dijaga.
Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan lakukan penyikatan secara perlahan. Hindari menyikat luka secara langsung dengan tekanan keras, terutama jika sariawan berada di sisi lidah yang dekat dengan gigi.
Kebersihan mulut yang proper membantu menjaga kondisi rongga mulut selama jaringan mengalami proses penyembuhan.
Jika produk tertentu terasa sangat menyengat atau menyebabkan luka semakin sakit, pertimbangkan produk yang lebih gentle. Beberapa orang dengan sariawan berulang juga dapat sensitif terhadap bahan tertentu pada produk perawatan mulut.
Obat Sariawan yang Dijual Bebas Bisa Digunakan
Jika rasa sakit cukup mengganggu, beberapa produk over-the-counter (OTC) dapat membantu meredakan gejala.
Produk topikal untuk sariawan tersedia dalam berbagai bentuk seperti gel, pasta atau cairan. Mayo Clinic menyebut beberapa bahan aktif OTC, termasuk benzocaine dan hydrogen peroxide, dapat membantu mengurangi rasa sakit serta mempercepat proses penyembuhan pada sebagian kasus.
Sebelum menggunakan produk, baca aturan pakainya dengan teliti. Produk untuk orang dewasa belum tentu cocok untuk anak-anak dan tidak semua obat tepat untuk setiap kondisi.
Jika memiliki riwayat alergi, sedang menggunakan obat tertentu, sedang hamil, atau sariawan terjadi pada anak, konsultasi dengan dokter atau apoteker menjadi pilihan yang lebih safe sebelum menggunakan obat.
Jangan Pecahkan atau Kupas Sariawan
Sariawan bukan jerawat. Jadi, luka tersebut tidak perlu dipencet, dipecahkan atau dikupas.
Bagian putih atau kekuningan di tengah luka juga bukan sesuatu yang harus dikeluarkan. Mengutak-atik area tersebut justru berpotensi membuat jaringan semakin terluka dan rasa sakit menjadi lebih parah.
Hal yang sama berlaku untuk berbagai metode viral yang menggunakan bahan keras secara langsung pada sariawan.
Jangan sembarangan menempelkan zat yang dapat menyebabkan iritasi atau luka bakar pada jaringan mulut. Sensasi perih bukan indikator bahwa sebuah metode sedang โmembunuhโ sariawan.
Dalam konteks perawatan luka mulut, semakin keras treatment belum tentu semakin efektif.
Pastikan Tubuh Mendapatkan Nutrisi yang Cukup
Kalau sariawan hanya terjadi sesekali setelah lidah tergigit, biasanya tidak perlu langsung overthinking mengenai kekurangan vitamin.
Namun, situasinya berbeda apabila sariawan sering muncul kembali.
Menurut Mayo Clinic, beberapa pemicu yang dikaitkan dengan canker sores termasuk kekurangan vitamin B12, zinc, folat dan zat besi.
Daripada langsung membeli berbagai suplemen, lebih baik memastikan pola makan tetap beragam dan seimbang. Bila sariawan sangat sering kambuh, dokter dapat menentukan apakah pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.
Mengonsumsi suplemen tanpa mengetahui apakah tubuh memang mengalami defisiensi bukan langkah yang ideal. Beberapa zat gizi juga dapat menimbulkan masalah apabila dikonsumsi berlebihan.
Kurang Tidur dan Stres Perlu Diperhatikan
Bagi sebagian orang, sariawan seperti punya bad timing. Luka justru muncul ketika pekerjaan sedang menumpuk, tidur berantakan atau tubuh kelelahan.
Stres emosional termasuk salah satu faktor yang dikaitkan dengan kemunculan canker sores.
Karena itu, ketika sariawan muncul berulang pada periode tertentu, coba perhatikan pola keseharian. Apakah selalu muncul ketika tidur hanya beberapa jam? Apakah terjadi ketika workload sedang tinggi? Atau setelah mengonsumsi makanan tertentu?
Mencatat pola tersebut dapat membantu menemukan potential trigger. Kalau penyebab yang memperburuk kondisi bisa dikurangi, frekuensi sariawan mungkin juga dapat ditekan.
Sariawan ringan biasanya tidak berlangsung terlalu lama.
Minor canker sores umumnya dapat sembuh tanpa meninggalkan bekas dalam satu hingga dua minggu. Rasa sakit biasanya mulai berkurang sebelum lukanya benar-benar hilang.
Namun, terdapat pula sariawan berukuran lebih besar yang membutuhkan waktu penyembuhan lebih panjang.
Karena itu, ukuran, jumlah dan durasi luka perlu diperhatikan. Jangan menganggap semua luka pada lidah pasti sariawan biasa, terutama jika kondisinya tidak kunjung membaik.
Kapan Sariawan di Lidah Harus Diperiksa Dokter?
Sariawan sesekali yang berukuran kecil biasanya bisa ditangani di rumah. Namun, ada beberapa kondisi yang sebaiknya mendapatkan pemeriksaan profesional.
Mayo Clinic menyarankan berkonsultasi dengan dokter jika terdapat luka berukuran sangat besar, sariawan yang terus berulang, luka baru muncul sebelum luka sebelumnya sembuh, atau luka menetap selama dua minggu atau lebih.
Pemeriksaan juga diperlukan apabila rasa sakit sangat berat dan tidak dapat dikontrol dengan perawatan rumahan, muncul demam tinggi bersama sariawan, atau seseorang mengalami kesulitan makan dan minum.
Luka pada lidah yang menetap juga tidak boleh terus diasumsikan sebagai sariawan. Banyak kondisi lain dapat menyebabkan lesi di rongga mulut sehingga diagnosis berdasarkan pemeriksaan langsung menjadi penting.
Terutama jika luka berlangsung berminggu-minggu, mudah berdarah, terasa semakin keras, membesar atau disertai benjolan pada leher, sebaiknya segera diperiksa dokter atau dokter gigi.
Ada perbedaan antara sariawan yang muncul sekali karena lidah tergigit dan sariawan yang hampir setiap bulan kembali.
Jika luka sering berulang, dokter dapat mengevaluasi berbagai kemungkinan penyebab. Pemeriksaan dapat mencakup kondisi mulut, riwayat makanan dan obat, sampai pemeriksaan laboratorium apabila dicurigai terdapat kekurangan nutrisi atau kondisi kesehatan tertentu.
Pada sariawan berat, dokter juga memiliki pilihan pengobatan yang lebih kuat daripada produk OTC. Misalnya obat topikal tertentu yang mengandung kortikosteroid atau terapi lain sesuai kondisi pasien.
Jadi, jangan hanya fokus mencari produk yang paling cepat menghilangkan rasa sakit apabila problem-nya terus kembali. Finding the trigger justru bisa menjadi langkah yang jauh lebih useful untuk jangka panjang.
Tidak semua sariawan dapat dicegah, tetapi risiko iritasi bisa dikurangi.
Makan secara perlahan dapat membantu mencegah lidah tergigit. Sikat gigi berbulu lembut juga dapat mengurangi trauma pada jaringan mulut, sementara makanan yang diketahui menjadi trigger pribadi sebaiknya dibatasi.
Jika terdapat gigi tajam, tambalan rusak, kawat gigi atau perangkat dental yang terus menggesek lidah, konsultasikan dengan dokter gigi. Iritasi mekanis yang terjadi berulang dapat membuat luka sulit mendapatkan kesempatan untuk sembuh.
Mengelola stres dan menjaga kualitas tidur juga worth considering, khususnya jika sariawan selalu muncul ketika kondisi tubuh sedang exhausted.
Cara Menghilangkan Sariawan di Lidah Tidak Harus Ribet
Pada akhirnya, cara menghilangkan sariawan di lidah pada kasus ringan sebenarnya cukup simple. Jaga kebersihan mulut, hindari makanan yang mengiritasi, berkumur dengan air garam, gunakan sensasi dingin untuk meredakan nyeri dan pertimbangkan obat OTC sesuai petunjuk penggunaan.
Jangan berharap sariawan langsung hilang dalam semalam. Tubuh membutuhkan waktu untuk memperbaiki jaringan yang terluka dan sebagian besar sariawan ringan akan membaik dengan sendirinya.
Hal yang lebih important adalah mengenali ketika luka tidak lagi terlihat seperti sariawan biasa.
Jika luka tidak sembuh setelah sekitar dua minggu, terus membesar, sangat menyakitkan, sering kambuh atau disertai gejala lain, jangan terus melakukan trial and error menggunakan pengobatan rumahan.
Periksa ke dokter atau dokter gigi untuk memastikan penyebabnya. Sariawan memang sering kali harmless, tetapi luka mulut yang menetap tetap perlu mendapatkan perhatian yang proper.
Referensi
Mayo Clinic โ Canker sore: Diagnosis and treatment. Informasi mengenai perawatan rumahan, obat topikal dan penanganan sariawan.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/canker-sore/diagnosis-treatment/drc-20370620
Mayo Clinic โ Canker sore: Symptoms and causes. Informasi mengenai gejala, faktor pemicu dan waktu penyembuhan sariawan.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/canker-sore/symptoms-causes/syc-20370615
Cleveland Clinic โ Canker Sores (Aphthous Ulcers). Informasi mengenai penyebab, gejala, pengobatan dan kondisi yang memerlukan pemeriksaan medis.
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10945-canker-sores
National Health Service (NHS) โ Mouth ulcers. Panduan mengenai penanganan luka mulut dan tanda-tanda yang membutuhkan pemeriksaan tenaga kesehatan.
https://www.nhs.uk/conditions/mouth-ulcers/




